Selasa, 03 November 2015

"Melawan Asap"

Bebas

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

     Berbulan-bulan kami menghirup udara yang membahayakan kami yang mungkin saja sewaktu-waktu dapat merengut nwa kami tapi akhirnya kami terbebas dari asap yang telah menyelimuti kota kami Pangkalan bun tercinta. Tapi saya dan mungkin saja beberapa dari orang yang merasakan betapa mengirikannya udara tebal berwarna abu-abu putih,yang menyimpan berbagai zat beracun di dalamnya ini membuat saya ataupun warga pangkalan bun ataupun juga kemungkinan warga Indonesia tidak bisa melupakan becana alam atau kemungkinan bencana yang di sebabkan oleh kami sendiri ini merupakan becana alam yang bisa di katakan bencana yang besar itu tidak bisa kami lupakan begitu saja banyak kejadian atau peristiwa di  dalam becana itu seperti rasa senang, sedih, maupun campuran.
     Berawal dari siaran berita di siang hari di salah satu saluran TV ternama yang di dalam berita tersebut berisikan berita tentang bencana yang menimpa daerah kami yaitu KEBAKARAN HUTAN dan kebakaran hutan itu tidak sedikit yang terbakar malainkan hampir sebagian dari sebagian lahan perkebunan sawit atau hutan bertanah gambut yang luasnya bisa sekitar 2 juta hektare, kebakaran tersebut membuat asap meraja lela di udara dan dari situ terlintas pikiran  di pikiran saya "apakah akan terjadi kabut asap di pagi hari besok? " .keesokan harinya tepatnya pagi hari sekitar jam 4 atau jam 3 subuh ternyata apa yang saya pikirkan itu telah terjawab dengan nyata bahwa asap yang kemaren terbang ke atas tekah turun dipagi esoknya yang membuat kota kami tertutup asap tebal, tetapi kami harus tetap pergi kesekolah karena tiada satupun pengumuman dari sekolah yang meyatakan libur mengenai becana ini,sesampainya di sekolah ternyata pengemuman menyambut saya dan siswa yang kain dengan isi pengumuman yang menyatakan libur dan libur itu bukan hanya sehari ataupun seminggu melainkan sebulan kami libur tanpa belajar di sekolah, tapi ternyata kami tidak sepenuhnya libur menerus hingga sebulan karena dimana di hari tertentu asap menjadi mengurang tebalnya dan menjanjadi tebal lagi besoknya atau besoknya lagi dan akirmya sekolah kami mengadakan sholat istisqo tepatnya di halaman sekolah kami, setelah melaksanakan sholat kami semua bersyukur sebesar-besarnya karena hujan langsung turun dan sekitar 2 hari besoknya hujan telah datang secara lancar hingga hari-hari besok dan sampai saat ini, di saat itu saya pribadi sangat bersyukur tak ada habisnya.
    Sekarang kami telah BEBAS dari asap yang menyelimuti kota kami terimakasih kami berikan kepada Allah S.W.T bukan hanya berterimaksih tapi kami juga bersyukur dan kami juga berterima kasih kepada para petugas yang bertugas memadamkan api dan menjaga kami dari bahaya asap tersebut dan perlu di ketaui bukan hanya kota kami yang mengalaminya melainkan sebagian dari wilayah Indonesia juga terkena bencana tersebut, untuk kota yang masih mengalaminya kami hanya dapat membantu dengan doa yang terus kami berikan.terimakasih kepada anda yang telah megunjungi blog kami .

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar